PENGALAMAN PASIEN TUBERKULOSIS YANG MENGALAMI KEGAGALAN PENGOBATAN DI KABUPATEN GOWA: STUDI FENOMENOLOGI

Andi Saputri Saputri Mulyana, Nurul Muslimah Nurul, Mirnawati Mirnawati

Abstract


Tujuan: diperolehnya makna pengalaman pasien TB yang mengalami kegagalan pengobatan di Kabupaten Gowa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan partisipan penelitian adalah pasien tuberkulosis yang mengalami kegagalan pengobatan berjumlah 5 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan pedoman wawancara dan field note. Hasil: Hasil penelitian diperoleh tiga tema, yaitu: (1) Keluhan setelah minum obat; (2) Alasan tidak melanjutkan pengobatan; (3) Peran PMO dalam memantau pasien TB selama proses pengobatan. Simpulan penelitian yaitu adanya efek samping obat yang membuat pasien tuberkulosis merasa tidak enak badan (sakit) serta kurangnya dukungan dan kontrol dari keluarga, membuat pasien malas berobat dan merasa terabaikan oleh orang sekitarnya. Hal ini mempengaruhi terjadinya kegagalan pengobatan pada pasien tuberkulosis. Rekomendasi: perlunya pemberian informasi yang lebih intensif terutama kepada penderita tuberkulosis yang tidak patuh berobat, baik kepada penderita maupun kepada PMO atau keluarga.

Keywords


kegagalan pengobatan; tuberculosis

Full Text:

Untitled

References


Afiyanti & Rachmawati. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawatan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Akhmadi Abbas. (2017). Monitoring Efek Samping Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) Pada Pengobatan Tahap Intensif Penderita TB Paru Di Kota Makassar. Sulsel: jurnal.unej.ac.id/index.php/JAMS/article/view/4093/3196.

Balai kesehatan paru masyarakat pekalongan. (2010). http://bkpm- kotapekalongan.blogspot.co.id/2014/08/malas-minum-obat-penyebab-kambuh-dan-tb.html. Jawa tengah: ( diakses tanggal 7--8-2017).

Benih. (2014). Sosiologi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Biro Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat. Kementerian Kesehatan RI. (2016). Temukan TB obati sampai sembuh. Jakarta Utara: Depkes RI http://www.depkes.go.id/article/view/16040400008/toss-tb-temukan-tb-obati-sampai-sembuh.html ( diakses 25 januari 2017 ).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Hasil RISKESDAS 2013. Jakarta: Depkes RI hhtp://www.depkes.go.id/resources/download/general/ Hasil%20Riskesdas%202013 (diakses 25 Januari 2017).

Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. (2013). Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan 2007. Makassar: Dinkesprov Sulsel http://dinkes.sulselprov. go.id/berita-situasi-tb-paru-di-sulawesi-selatan.html(diakses 25 Januari 2017).

Djojodibroto. (2015). Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: EGC.

Fauziah. (2010). Faktor yang berhubungan dengan drop out pengobatan pada penderita TB Paru di Balai Pengobatan penyakit paru-paru (BP4) Salatiga. Jawa Tengah: http://lib.unnes.ac.id/3128/1/6311.pdf. ( diakses tanggal 7--8-2017).

Firdaus. (2017). Pengaruh peranan pengawas menelan obat (PMO) terhadap keberhasilan pengobatan TB Paru di Wilayah kerja Puskesmas Baki Sukoharjo.JawaTengah: eprints.ums.ac.id/21949/20/NASKAH_PUBLIKASI.pdf ( diakses tanggal 7--8-2017).

Icksan & Luhur. (2012). Radiologi Toraks Tuberkulosis Paru. Jakarta: CV. Sangung Seto.

Kementerian Kesehatan RI. (2007). Pedoman Penerapan DOTS di Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI (diakses 23 Maret 2017).

Kementerian Kesehatan RI sub direktorat tuberkulosis. (2017). Struktur program penanggulangan tuberkulosis nasional. Jakarta: Depkes RI http://www.tbindonesia.or.id/2012/03/20/struktur-program-tb/ (diakses 10 Maret 2017 ).

Kementerian Kesehatan RI. (2011). tbc masalah kesehatan dunia. Jakarta: Depkes RI.http://www.depkes.go.id/article/print/1444/tbc-masalah-kesehatan-dunia.html (diakses 10 Maret 2017).

Mandal,Wilkins, Dunbar, Mayon. (2008). Lecture Notes: Penyakit Infeksi. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Mansjoer. dkk. (2012). Kapita selekta kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius.

Nugroho. (2013). Faktor yang melatarbelakangi drop out pengobatan tuberkulosis paru di balai pengobatan paru-paru (BP4) Tegal. Jawa Tengah: http://www.google.com/url?q=http://lib.unnes.ac.id/17724/pdf (diakses 07 februari 2017).

Octovianus, Suhartono dan Kuntjoro. (2015). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Penderita TB Paru di Puskesmas Kota Sorong. Papua Barat: https://docslide.org/analisis-faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan-kejadian-drop-out-penderita-tb-paru-di-puskesmas-kota-sorong. ( diakses tanggal 8--8-2017).

Puskesmas Pallangga. Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. (2017). Laporan tahunan program P2 TB – HIV tahun 2016. Gowa: Puskesmas Pallangga.

Puskesmas Pallangga. Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. (2017).

Rekapitulasi TB 07 Perdesa/Kelurahan tahun 2016. Gowa: Puskesmas Pallangga.

Sangadah. (2012). Analisis faktor penyebab terputusnya pengobatan tuberkulosis paru di wilayah kerja dinas kesehatan kabupaten kebumen. Jawa Tengah: lib.ui.ac.id/file?file=digital/20318188-S-Umi%20Sangadah.pdf ( diakses 07 februari 2017 ).

Sudarma. (2008). Sosiologi Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Subai’ah. (2016). Hubungan lama pengobatan TBC dengan tingkat stres penderita TBC di Puskesmas Tambelanga Kabupaten Sampang. Jawa Timur: journal.unusa.ac.id/index.php/jhs/article/view/97/86. ( diakses tanggal 8--8-2017).

Widoyono. (2011). Penyakit tropis: epidemiologi, penularan, pencegahan & pemberantasannya. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.




DOI: https://doi.org/10.33857/jns.v1i2.79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats


Editorial office:
Jalan Tun Abdul Razak, (Hertasning Baru), Poros Makassar-Gowa,Kode pos 92113, Sulawwesi Selatan, INDONESIA
Telpon: 0411-8225111, 0411-8225112, 0411-822113
Email: upa@patria-artha.ac.id 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.