Evaluasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dengan Menggunakan Metode Environmental Health Risk Assessment (EHRA)
Abstract
Permasalahan sampah rumah tangga menjadi isu penting dalam kesehatan lingkungan
karena berhubungan langsung dengan timbulan limbah domestik, pola pengelolaan
masyarakat, serta risiko kesehatan yang ditimbulkan. Kelurahan Tombolo sebagai
wilayah perkotaan padat di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mengalami
peningkatan produksi sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas domestik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah rumah tangga dan
menilai potensi risiko kesehatan masyarakat dengan menggunakan metode
Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Penelitian menggunakan desain
deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel
berjumlah 369 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner EHRA yang mencakup variabel jenis dan volume
sampah, pola pengelolaan (pemilahan, pembuangan, pengangkutan), serta indikator
risiko kesehatan masyarakat (kejadian penyakit, keberadaan TPS, dan paparan bau).
Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan menggunakan indeks
risiko EHRA untuk menentukan kategori risiko kesehatan (rendah, sedang, tinggi). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sampah rumah tangga berupa sampah
organik (72,5%), sedangkan sampah anorganik sebesar 23,4% dan B3 tidak ditemukan.
Volume sampah paling banyak berada pada kategori 1–2 kg per hari (41,3%). Dalam
pola pengelolaan, hanya 54,8% responden yang melakukan pemilahan, 68,3%
menyerahkan sampah ke petugas, sedangkan 27,5% masih membakar sampah. Frekuensi
pengangkutan terbanyak adalah 2–3 kali per minggu (54,8%), namun 27,5% rumah
tangga tidak mendapat layanan pengangkutan. Dari sisi risiko kesehatan, tercatat kasus
diare (28,5%), demam berdarah (14,1%), dan infeksi kulit (14,4%), serta 42,5% rumah
tangga tinggal <50 m dari TPS. Analisis indeks risiko EHRA menunjukkan bahwa 47,4%
responden berada pada kategori sedang, 32,0% kategori tinggi, dan hanya 21,1%
kategori rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga
di Kelurahan Tombolo belum sesuai prinsip 3R dan sanitasi lingkungan, dengan
mayoritas masyarakat berada pada risiko kesehatan sedang hingga tinggi. Diperlukan
intervensi pemerintah daerah dalam bentuk peningkatan layanan pengangkutan
sampah, edukasi pemilahan dan pengolahan, pengendalian praktik pembakaran
sampah, serta penataan TPS agar lebih ramah lingkungan.
References
-







