INTERVENSI SPIRITUAL CARE DALAM MENANGANI KECEMASAN KELUARGA PENDERITA KANKER
DOI:
https://doi.org/10.33857/jns.v2i2.184Keywords:
Kanker, Kecemasan, Spiritual Care.Abstract
Tujuan: untuk mengetahui efektivitas pemberian spritual care terhadap penurunan tingkat kecemasan pada keluarga penderita kanker di YKAKI Makassar. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre and post tets. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 50 responden. Hasil: Hasil studi ini menunjukan kecemasan pretest terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 34 (68%) responden, kecemasan sedang sebanyak 12 (24%) responden dan kecemasan pretest terendah adalah kecemasan ringan sebanyak 4 (8%) responden, kecemasan posttest terbanyak adalah kecemasan ringan sebanyak 21 (42%) responden, kecemasan sedang sebanyak 16 (32%) responden, tidak cemas sebanyak 10 (20%) responden dan kecemasan postest terendah adalah kecemasan berat sebanyak 3 (6%) responden dan ada pengaruh pemberian spritual care terhadap penurunan tingkat kecemasan pada keluarga penderita kanker di YKAKI Makassar (nilai t hitung 15,236> t tabel 1,676 dengan nilai Ï 0,000 < α 0,05). Rekomendasi: Penelitian ini merekomendasikan kepada YKAKI Makassar untuk memberikan terapi spritual care sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan orang tua anak.Dan serta tersusunnya modul/ buku tentang spiritual care.
References
Adipo. (2013). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien Yang menjalani kemoterapi di ruang anyelir RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Adriana. (2013). Tumbuh Kembang & Terapi Bermain Pada Anak. Jakarta : Salemba Medika.
American Cancer Society. (2016). https://www.cancer.org/research/cancer-facts-statistics/all-cancer-facts-figures/cancer-facts-figures-2016.html
Ariani. (2015). STOP! KANKER. Yogyakarta. Istana Media.
Brunner & Suddarth. (2016). Keperawatan Medikal Bedah Edisi 12. Jakarta : EGC.
Corwin. (2009). Patofisiologi. Jakarta : EGC
Dharma. (2013). Metodologi Penelitian keperawatan. Jakarta : Trans Info Media
Donsu (2016). Metodologi Keperawata.n Yogyakarta : Pustaka Baru
DEPKES. (2010) . Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Depkes RI.
Hidayat. (2014). Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta : Salemba Medika.
Hidayat. (2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta : Salemba Medika.
Hill & Pargament. (2008). Conceptualizing religion and spirituality: Points of commonality, points of departure. Journal for the Theory of Social Behavior, 30(1)
Hodge., David,R., Horvath.,& Violet, E.(2011). Spiritual needs in health care settings: A qualitative meta-synthesis of clients’ perspectives. Social work, 56, 16-30,
Kemenkes. (2017). http://www.kemkes.go.id/
Kowalak. (2014). Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta : EGC.
Lubis. (2009). Depresi : Tinjauan Psikologis. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Mangan. (2003). Cara Bijak Menaklukan Kanker. Jakarta : EGC.
Madadeta. (2015). Gambaran dukungan spiritual perawat dan keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan spriritual pada pasien kanker kanker serviks di rsud dr. Moewardi. http://ejournal-s1.undip.ac.id/
Mubarak. (2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar Buku 2. Jakarta : Salemba Medika.
Murwani. (2014), Keperawatan Keluarga dan Aplikasinya. Yogyakarta : Fitramaya.
Muslihi. (2012). Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Grahailmu.
Nursalam. (2013). Konsep Penelitian Dan Penerapan Metodologi Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Padilla. (2013). Buku Ajar Keperawartan Medikal Bedah. Yogyakarta : Nuha Medika.
Perry & Potter. (2016). Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC
Saryono. (2013). Metodolgi Penelitian Untuk Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.
Soebachman. (2011). Awas 7 kanker Paling Mematikan. Yogyakarta : Syura Media Utama
Sunaryo. (2015). Psikologi Kesehatan. Jakarta : EGC
Supriadi. (2014). Statistik Untuk Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.
Wilkins. (2011). Diagnosis Keperawatan Edisi 9. Jakarta : EGC
Yosep (2011). Keperawatan Jiwa. Jakarta : Trans Info Media