PENGARUH LATIHAN ROM AKTIF TERHADAP KELENTURAN SENDI EKSTREMITAS BAWAH PADA LANSIA DI PSTW KABUPATEN GOWA
DOI:
https://doi.org/10.33857/jns.v4i2.377Keywords:
Lansia, Kelenturan, ROM AktifAbstract
Lansia merupakan proses yang fisiologis dimana akan mengalami kemunduran sistemorgan, yakni salah satunya sistem musculoskeletal sehingga lansia akan menyebabkan keterbatasangerak, sendi yang menahan berat badan lebih pada bagian ekstremitas bawah seperti sendi pinggul danseni lutut. Latihan Range of Motion (ROM) aktif adalah salah satu alternatif latihan rentang gerak yangdapat membantu lansia untuk memperbaiki sendinya.Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh latihan Range of Motion (ROM) aktif terhadapkelenturan sendi ekstremitas bawah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimen (One Group Pretest dan Posttest Design),dengan sampel sebanyak 20 lansia. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, ujistatistik dalam penelitian ini menggunakan wiLcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung 3,559 > t tabel 2,093 sedangkan P value 0.002 < α0,05 artinya terdapat pengaruh latihan ROM aktif terhadap kelenturan sendiekstremitas bawah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa.Implikasi penelitian ini bahwa latihan ROM aktif dapat melenturkan sendiekstremitas bawah pada lansia asalkan lansia mau melakukan latihan ROM secara teratur. Rekomendasi untuk pelayanan keperawatan terkhusus pada keperawatan gerontik agar mengajarkan latihan ROM aktif pada lansia supaya sendi lansia menjadi lebih baikReferences
Afifah, H. N. (2015). Raja Bank Soal Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta Selatan :
Bmedia
Arikuanto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Azizah. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta: Graha Ilmu
Estrada, R. (2014). Ilustrasi Berwarna Anatomi Fisiologi. (Asmarani, Ed.)
Pemulang -Tangerang Selatan.
Fauzan, J. (2013). Satu Langkah Menuju Impian Lanjut Usia Kota Ramah lanjut Usia 2030 Kota Makassar. Yogyakarta: SurveyMETER.
Lukman & Ningsih, (2012). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskletal. Jakarta: Salemba Medika.
Marwani. (2010). Gerontik Konsep Dasar dan Asuhan Keperawatan Home Care dan Komunitas. Yogyakarta: Firmayana.
Mudrikhah, Agus Sudaryanto, & Kartinah. (2012). Pengaruh Latihan Range of Motion Aktif Terhadap Peningkatan Gerak Sendi dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lansia.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Februari 21, 2017. Diperoleh: http//www.eprints. ums.ac.id/20215/25/NASKAH_PUBLIKASI.pdf
Murtaqib. (2012). Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) Aktif Terhadap Penahan Rentang Gerak Sendi Pada Penderita Stroke. Kecamatan Tanggul kabupaten Jember. Maret 3, 2017. Diperoleh:jurnal.unej.ac.id/index.php/IKESMA/article/view/1670
Notoatmodjo, S. (2010). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Kemenkes (Kementrian Kesehatan, RI). (2015). Jumlah Penduduk Lanjut Usia. Februari 21, 2017. Diperoleh : http://www. depkes.go.id/article/view/15052700010/pelayanan-dan- peningkatan-kesehatan-usia-lanjut.html.
Khairul, H. (2016). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bandung: YramaWidya.
Khairul, Hadziq & Musdad Anwar . (2015). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bandung: Yrama Widya.
Nugraha, Dary alhadi. (2014). Perbedaan Tingkat Fleksibilitas Laki-laki dan Perempuan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas
Indonesia. Agustus 5, 2017. Diperoleh: lib.ui.id Nursalam. (2013). Metodologi penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Padila. (2013). Keperawatan gerontik. Jl. Sadewa No. 1 Surowajan Baru, Yogyakarta:Nuha Medika.
Panigoro, E. S. (2015). Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) Aktif terhadap Luas Rentang Gerak Sendi Tungkai pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Global Telaga Kabupaten Gorontalo. Juni 4, 2017. Diperoleh : http://docplayer.info/38744218-Jurnal-keperawatan-jurusan-keperawatan- fakultas-ilmu-ilmu-kesehatan-dan-keolahragaan-universitas-negeri- gorontalo-eka-sucipto-panigoro-2015.html
Potter dan Perry. (2012). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik, Jakarta: EGC
Siswoyowati, Indhah. (2013). Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) Aktif Terhadap Fleksibilitas Sendi Lutut Pada Lansia. Desa Leyangan
Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Maret 3, 2017. Diperoleh : perpusnwu.web.id/karyailmiah/documents/3550.pdf
Sofiah & R Dewi. (2014). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta. CV
Budi Utama Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Suratun. Heryati. Manurung, Santa. Rainal, Een (2008). Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: ECG.
Susenas. (2013). Pusat Data dan Informasi Kementrian RI. Jakarta. Februari 21, 2017.Diperoleh:www.depkes.go.id/download.php?file=download/.../infodatin%20 lansia%200pdf
Uliya, S., Soempeno, B., & Kushartanti B.M.W. (2012). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap Fleksibilitas Sendi Lutut Pada Lansia Di Panti WredaWening Wardoyo Ungaran. Jurnal Media Ners. 1. 2. 72- 78.
Yuliatin, E. (2012). Bugar dengan Olahraga. Jakarta Timur: PT Balai Pustaka (Persero)