ANALISIS PEMETAAN KEMATANGAN BERPIKIR BERBASIS NEUROSAINS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN

Authors

  • A. Saputri Mulyana Patria Artha University
  • Fausiyah Annisa Patria Artha University
  • Faisal Faisal Patria Artha University

DOI:

https://doi.org/10.33857/jns.v5i1.382

Keywords:

kematangan berpikir, keperawatan, mahasiswa, neurosains terapan

Abstract

Salah satu aspek perkembangan manusia adalah perkembangan kognitif yang berkaitan dengan potensi intelektual terutama kemampuan dalam berpikir dan memecahkan masalah. Olehnya itu, kematangan berpikir sangat diperlukan untuk mengembangkan seluruh kemampuannya dalam memperoleh hal baru tentang pengetahuan. Terutama dalam memecahkan suatu masalah, sehingga dapat tetap menjalankan fungsinya secara tepat dan benar. Diantara cara mengukur perkembangan kematangan berpikir pada anak yaitu melalui neurosains. Universitas Patria Artha telah mengembangkan aplikasi Neurosains Terapan sejak tahun 2017. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kematangan berpikir berbasis neurosains terapan pada mahasiswa keperawatan. Metode Penelitian:Melalui studi observasional bersifat deskriptif, pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan Aplikasi Neurosains Terapan, dengan total 25 sampel yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Hasil:dari studi ini adalah: sebanyak 17 responden (68%) memiliki kematangan berpikir yang baik dan 8 responden (32%) menunjukkan bahwa kematangan berpikir masih kurang.  Implikasi penelitian: kematangan berpikir seseorang dipengaruhi oleh kemampuan penguasaan diri, Kemampuan bersosialisasi, kemampuan critical thinking, kemampuan analitis, dan kemandiriannya. Rekomendasi: perlu dilakukan penapisan untuk pemetaan kematangan berpikir pada mahasiswa keperawatan di Indonesia.

Author Biographies

A. Saputri Mulyana, Patria Artha University

Department of Nursing Patria Artha university

Fausiyah Annisa, Patria Artha University

Midwifery Department

Faisal Faisal, Patria Artha University

Public Health Department

References

Aghnaita. Perkembangan fisik-motorik anak 4-5 tahun pada Permendikbud No. 137 tahun 2014 (kajian konsep perkembangan anak). Jurnal Pendidikan Anak, 3 (2). 219-221. 2017.

Hidayat. Pengendalian diri salah satu keterampilan kecerdasan emosional untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sejak dini. Madrasah. 2 (1). Tersedia pada: https://media.neliti.com/media/publications/148462-ID-pengendalian-diri-salah-satu-keterampila.pdf. 2009.

Latifa, U. Aspek perkembangan pada anak sekolah dasar: masalah dan perkembangannya. Journal of Multidiciplinary Studies, 2 (1). 186-196. 2017.

Marsela, R., D. & Supriatna, M. Control diri: definisi dan factor. Journal of Innovayive Counseling: Theory, Practice, & Research. 3 (2). 65-69. 2019.

Peraturan Walikota Makassar Nomor 19 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Berbasis Neurosains Terapan.

Priyatnomo, et al. Aspek kematangan berfikir (intelektual) anak SD di wilayah Kebumen. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan. 538- 544. 2017.

Sari, Y., K. Pengaruh pengendalian diri dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman pengantar akuntansi: studi empiris pada mahasiswa program studi akuntansi fakultas ekonomi universitas negeri padang) (Skripsi). Universitas Negeri Padang. Tersedia pada: http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt/article/viewFile/108/96. 2013.

Trihadi, D., et al. Assertiveness Training Can Increase Nursing Student Confidence. Jurnal INJEC. 2 (1). 34-43. 2017.

Zubaidah. Berpikir kritis: kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran sains. Makalah pada Seminar Nasional Sains 2010 di Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, 16 Januari 2010. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/publication/318040409_Berpikir_Kritis_Kemampuan_Berpikir_Tingkat_Tinggi_yang_Dapat_Dikembangkan_melalui_Pembelajaran_Sains/link/59564c650f7e9b591cda994b/download. 2010.

Downloads

Published

2021-04-30