PENGARUH PROLANIS TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ANTANG MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.33857/jns.v5i1.416Keywords:
Prolanis, Hipertensi, Puskesmas, AntangAbstract
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Prolanis terhadap kulaitas hidup penderita hipertensi di Puskesmas Antang. Jenis penelitian adalah penelitian quasi eksperiment dengan rancangan non-randomized pretest-post test design menggunakan instrument WHOQOL-BREF. Sampel dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Prolanis terhadap kesehatan fisik penderita (p=0,001), ada pengaruh Prolanis terhadap kondisi psikologis penderita (p=0,001), ada pengaruh Prolanis terhadap hubungan sosial penderita (p=0,001), ada pengaruh Prolanis terhadap kondisi lingkungan penderita (p=0,001), hasil uji beda rata-rata skor kualitas hidup antara kelompok intervensi dan kelompok non intervensi diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) artinya ada perbedaan tingkat kesehatan fisik sebesar 16,36, ada perbedaan kondisi psikologis sebesar 19,2, ada perbedaan hubungan sosial sebesar 15,6, ada perbedaan kondisi lingkungan sebesar 16,84. Disarankan kepada pihak puskesmas agar lebih meningkatkan pelayanan bagi penderita penyakit kronis sebagai upaya preventif dalam penanggulangan penyakit kronis, dan promotif sehingga Prolanis juga dapat diterapkan di fasyankes primer lainnya.References
Abdullah, A. Z. & M Thaha, R. 2013. Faktor Yang Berhubungan Dengan Efektifitas Terapi Hipertensi Di Puskesmas Pattingalloang Kota Makassar Tahun 2013. Diakses pada 7 Februari 2015
Adepu, R. & Madhu, S. 2011. Influence of post discharge counseling on health outcomes in diabetic and hypertensive patients. Asian J Pharm Clin Res, 4, 28-33. Diakses pada 4 Februari 2015
Ahmad, K. 2014. Promosi Kesehatan dengan Pendekatan teori perilaku, media dan aplikasinya. Jakarta: Rajagrafindo Persada
Ambardini, R. L. & Kes, M. Simulasi Pengelolaan Mandiri Penyakit Kronik Degeneratif Bagi Kader Yandu Lansia Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman. INOTEK.
Ari, S & Danang, S. 2013. Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika
Arif, D. & Hartinah, D. 2013. Faktor—Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Pusling Desa Klumpit Upt Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN, 4, 18-34.
Chobanian, A. 2003. Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. National Heart, Lung, and Blood Institute; National High Blood Pressure Education Program Coordinating Committee: Seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. Hypertension, 42, 1206-1252.
Dans, A., Ng, N., Varghese, C., Tai, E. S., Firestone, R. & Bonita, R. 2011. The rise of chronic non-communicable diseases in southeast Asia: time for action. The Lancet, 377, 680-689.
Dahlan Sopiyudin, 2013. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel. Jakarta: Salemba Medika
Depkes RI, 2008. Pedoman Teknis Penemuan dan Tata Laksana Hipertensi. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Dirjen PP & PL
Dinas Kesehatan Kota Makassar, 2015. Laporan Profil Dinas Kesehatan Tahun 2015
Getut, P, 2006. Panduan Lengkap SPSS Dalam Mengolah Data Statistik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Glynn, L. G., Murphy, A. W., Smith, S. M., Schroeder, K. & Fahey, T. 2010. Self-monitoring and other non-pharmacological interventions to improve the management of hypertension in primary care: a systematic review. British Journal of General Practice, 60, e476-e488.
Gunarsa, S. D. 2007. Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Jafar, N. & Apt, M. K. 2010. B29 HIPERTENSI. Diakses pada 21 Januari 2015
Mappiare, A. 2011. Pengantar Konseling Dan Psikoterapi, Jakarta: PT. Rajawali Pers.
Morrison, F., Shubina, M. & Turchin, A. 2012. Lifestyle counseling in routine care and long-term glucose, blood pressure, and cholesterol control in patients with diabetes. Diabetes care, 35, 334-341.
Murti, B. 2003. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi, Cetakan pertama, Edisi Kedua. Gadjah Mada Press, Yogyakarta.
Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Peraturan Presiden No.12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan.
Peraturan Presiden RI No.72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, 2012. Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi. Makassar.
PT. Askes. 2010. Buletin Info Askes edisi Mei. Jakarta Pusat : PT Askes (Persero)
Puskesmas Antang, 2015. Laporan Profil Puskesmas Antang Tahun 2015
Rahajeng E, Tuminah S. Prevalensi hipertensi dan determinannya di Indonesia. Maj Kedokt Indon. 2009;59(12):580-587. Diakses pada 5 Februari 2015
Riskesdas, 2013. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses pada 25 November 2015
Sari, A. N., Istiono, W. & Kes, M. 2015. Efektivitas Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Dalam Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Dokter Keluarga Di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Universitas Gadjah Mada.
Setiawan, Z. 2006. Prevalensi dan determinan hipertensi di pulau Jawa, tahun 2004. Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 1.Diakses pada 5 Februari 2015
Soekidjo, N. 2005. Metode penelitian kesehatan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
UU RI Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
UU RI Nomor 24 tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Weingarten, S. R., Henning, J. M., Badamgarav, E., Knight, K., Hasselblad, V., Gano Jr, A. & Ofman, J. J. 2002. Interventions used in disease management programmes for patients with chronic illnesswhich ones work? Meta-analysis of published reports. Bmj, 325, 925. Diakses pada 9 Februari 2015
WHO. 2004. The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF. Diakses pada tanggal 20 Januari 2015
Yogiantoro M, 2006, Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Penyakit Dalam Jilid I Edisi ke IV, FK UI, Jakarta