HYGIENE SANITASI DAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA LUWUK TIMUR TAHUN 2022
DOI:
https://doi.org/10.33857/jns.v6i1.570Keywords:
Hygiene Sanitasi, kualitas fisik, kimia, bakteriologis, Air DAMIUAbstract
Keberadaan DAMIU terus meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum walaupun tidak semua produk DAMIU terjamin keamanannya. Pemilihan depot air minum isi ulang sebagai alternatif air minum menjadi risiko yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, bila tidak memperhatikan keamanan dan kehigienisannya.Tujuan penelitian yaitu untuk dapat melihat gambaran Hygiene Sanitasi dan Kualitas Air minum isi ulang di Kecamatan Luwuk Timur Tahun 2022.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskritif, dengan total sampling sebanyak 9 DAMIU. Penilaian Higiene Sanitasi menggunakan formulir inspeksi higiene sanitasi berdasarkan Permenkes RI.No 43/2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Pemeriksaan kualitas air berdasarkan parameter fisik, kimia dan bakteriologis berdasarkan Permenkes 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Pengambilan sampel dilakukan di 9 depot air minum yang ada di Kecamatan Luwuk Timur. Pemeriksaan kualitas air dilaksanakan di laboratorium Dasar FKM Untika Luwuk Banggai.
Hasil penelitian didapatkan bahwa Hygiene Sanitasi DAMIU di Wilayah Kerja Kecamatan Luwuk Timur Tahun 2022, dari 9 depot air minum 1 depot memenuhi syarat dan 8 depot yang tidak memenuhi syarat sesuai Permenkes RI.No 43/2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Kualitas Fisik Air DAMIU semua depot memenuhi syarat, Parameter kimia semua depot memenuhi syarat, parameter bakteriologis 7 depot memenuhi syarat, 2 depot tidak memenuhi syarat sesuai Permenkes 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Diharapkan agar pengelola DAMIU untuk selalu memperhatikan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum dan selalu memperhatikan kualitas air minum dari segi bakteriologis.
References
Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Andi, Yogyakarta. 101 p. Adrian. 2012. Deskripsi Mikroskopis dan Kandungan Mineral Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk.), Skripsi, Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor
Amri, (2005). Teknologi Beton A-Z. Jakarta: Yayasan John Hi-Tech Idetama.
Anonim. 2008. Pinang.
Depkes, 2006. Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas. Jakarta : Depkes RI
Marpaung, (2013). Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya Ditinjau dari Perilaku dan Pemeliharaan Alat.
Permenkes No.492 Tahun.2010. (2010). Persyaratan Kualitas Air Minum. In Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia.
Prihatini, Rohmania. 2012. Kualitas Air Minum Isi Ulang Pada Depot Air Minum Di Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2008-2011. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonsia. Depok. 20313685-S_Rohmania Prihatini.Pdf.
Suriawiria, U. (1996). Air Dalam Kehidupan dan Lingkungan Yang Sehat. Alumni. Bandung. Sutrisna Toto.1991.TeknologiPenyediaan Air Bersih. Jakarta: Rineka Cipta.
Kumalasari F., Satoto Y. 2011. Teknik Praktis Mengolah Aisr Kotor Menjadi Air Bersih. Bekasi: Laskar Aksara
Waluyo, (2009). Mikrobiologi Lingkungan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press