Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Risiko ISPA Akibat Kebiasaan Membakar Sampah

Authors

  • Amaliah Natsir

DOI:

https://doi.org/10.33857/pajoco.v10i1.1038

Abstract

Masyarakat di wilayah Desa Banyuanyara masih memiliki kebiasaan membakar sampah rumah tangga

sebagai metode utama pengelolaan sampah. Kebiasaan tersebut dilakukan karena keterbatasan fasilitas

pengangkutan sampah, kurangnya tempat pembuangan sementara, serta minimnya pengetahuan

masyarakat mengenai dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan. Kegiatan ini bertujuan

untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebiasaan membakar sampah dan

pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih aman. Pengabdian ini dilaksanakan di

Kantor Desa Banyuanyara Kabupaten Takalar dengan melibatkan 31 masyarakat sebagai peserta.

Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif. Kegiatan diawali dengan

pengisian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal masyarakat tentang ISPA dan

kebiasaan membakar sampah. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai risiko ISPA

akibat pembakaran sampah menggunakan media edukasi sederhana seperti poster atau leaflet. Evaluasi

akhir melalui pertanyaan atau kuesioner singkat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan

masyarakat setelah kegiatan edukasi dilakukan. Hal ini menandakan bahwa metode penyuluhan dan

media edukasi yang digunakan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait

risiko ISPA. Diharapkan masyarakat dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah dan menerapkan

perilaku hidup bersih dan sehat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Selain itu, diperlukan

dukungan berkelanjutan dari pihak terkait, seperti kader kesehatan dan pemerintah setempat, untuk

melakukan edukasi secara rutin agar upaya pencegahan ISPA dapat berjalan secara

berkesinambungan.

Downloads

Published

2026-04-30