Edukasi dan Demonstrasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam
DOI:
https://doi.org/10.33857/pajoco.v10i1.1053Abstract
Anak yang akan menjalani sirkumsisi sering mengalami kecemasan dan ketegangan akibat ketakutan
terhadap rasa sakit, alat medis, dan suasana tindakan. Kecemasan tersebut dapat memicu peningkatan
respon nyeri dan trauma psikologis pascatindakan. Salah satu teknik non-farmakologis yang efektif
dalam mengurangi kecemasan adalah relaksasi nafas dalam, karena mampu menurunkan aktivitas
sistem saraf simpatis dan meningkatkan relaksasi tubuh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk
memberikan edukasi dan demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam kepada anak pra-sirkumsisi dan
orang tua di Klinik Pratama Patria Lestari Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan meliputi
penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung relaksasi selama 5 – 10 menit sebelum tindakan.
Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner tingkat kecemasan anak dengan skala Modified Yale
Preoperative Anxiety Scale (mYPAS).Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan rerata skor
kecemasan dari 45,2 (sebelum) menjadi 28,1 (sesudah intervensi). Sebagian besar anak tampak lebih
tenang, mampu mengikuti instruksi napas dengan baik, dan tidak menolak prosedur. Orang tua juga
melaporkan anak lebih kooperatif selama proses sirkumsisi.Kegiatan ini terbukti efektif dan dapat
dijadikan model intervensi sederhana bagi tenaga kesehatan Klinik dalam upaya mewujudkan layanan
sirkumsisi ramah anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sainah, Abdul Rahman, Muhammad Sofyan, Erep Gwijangge, Analina Murip, Sri Wahyuni, Olivia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.