Edukasi Gizi Seimbang Untuk Pencegahan Stunting Pada Bayi dan Balita
DOI:
https://doi.org/10.33857/pajoco.v5i1.931Keywords:
Posyandu, gizi, EdukasiAbstract
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu strategi utama dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas. Masalah kesehatan terkait status gizi pada anak masih menjadi permasalahan di dunia, terutama di negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki masalah status gizi cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan status gizi harus dimulai sedini mungkin, tepatnya dimulai dari masa kehidupan janin. Di Indonesia upaya ini disebut dengan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan disingkat dengan 1000 HPK. (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Masa Bayi Balita adalah masa setelah dilahirkan sampai sebelum berumur 59 bulan, terdiri dari bayi baru lahir usia 0-28 hari, bayi usia 0-11 bulan dan anak balita usia 12 - 59 bulan. Kesehatan bayi dan balita sangat penting diperhatikan karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mentalnya sangat cepat. Upaya Kesehatan bayi dan balita meliputi tata laksana dan rujukan, gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, imunisasi, rehabilitasi dan perawatan jangka panjang pada penyakit kronis/langka, pola asuh dan stimulasi perkembangan, serta penyediaan lingkungan yang sehat dan aman. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam upaya meningkatkan status gizi kesehatan bayi dan balita serta ibu dapat memberikan pengasuhan yang baik dan tepat untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Perumahan Green Nurhidayat Romangpolong, Posyandu Flamboyan Samata Posyandu Flamboyan Wilayah Puskesmas Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan secara langsung serta menggunakan leaflet sebagai media edukasi. Sebanyak 45 orang ibu bayi dan balita.References
Ahyar, Juni.2018. Penuntun Membuat Skripsi dan Menghadapi Presentasi Tanpa Stres.Bojonegoro:
Pustaka Intermedia.
Hidayat, A. 2007. Seri Problem Solving Tumbuh Kembang Anak Siapa Bilang Anak Sehat Pasti
Cerdas. Jakarta: PT Elex Media
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI.
Lamid, A. (2018). Masalah Kependekan (Stunting) Pada Anak Balita: Analisis Prospek
Penanggulangan di Indonesia. Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan
Suririnah. Buku Pintar Mengasuh Batita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Priyono, Y. Merawat Bayi Tanpa Baby Sitter. Jakarta: PT BUKU KITA KementrianKesehatan. 2017.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi.
http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._12_ttg_Penyelenggaraan_Imu
Nisasi_.pdf . Diunduh pada 17 November 2017.
Wahyudi, B. F., Sriyono, & Indarwati, R. (2015). Analisis Faktor yang Berkaitan dengan Kasus Gizi
Buruk Pada Balita. Jurnal Pediomaternal, 3, 83-91.
WHO. 2017. Modul 1 Introduksi Keamanan Vaksin. http://in.vaccine-safety-training.org/adverseevents-classification.html . Diakses pada 16 November 2017.
Departemen Kesehatan. 2016. Situasi Imunisasi di Indonesia.
Ahyar, Juni.2018. Penuntun Membuat Skripsi dan Menghadapi Presentasi Tanpa Stres. Bojonegoro:
Pustaka Intermedia.