Penyuluhan Kesehatan tentang Stunting pada Masyarakat di Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar
DOI:
https://doi.org/10.33857/pajoco.v5i1.934Keywords:
Penyuluhan kesehatan, Stunting, DesaAbstract
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Sebagian besar warga Desa Banggae tidak mengetahui istilah stunting (73,1%) pada pendataan awal tahun 2024. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan atau sikap masyarakat tentang bahaya stunting. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Desa Banggae Kecamatan Mangara Bombang Kabupaten Takalar. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 30 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi melalui pemberian materi penyuluhan tentang stunting. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat tentang materi stunting yang diberikan. Data diolah dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai stunting setelah penyuluhan cukup baik dan meningkat. Diharapkan kegiatan ini dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan agar dapat terus mengedukasi masyarakat.References
Asrar, M., Hamam, H. dan Dradjat, B. (2009). Pola Asuh, Pola Makan, Asupan Zat Gizi dan
Hubungannya dengan Status Gizi Anak Balita Masyarakat Suku Nuaulu Kecamatan Amhai
Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 6(2). Available at:
https://scholar.google.co.id/scholar?q=pola+makan+balita&btnG=&hl=id &as_sdt=0%2C5#6.
Fatimah, S., Nurhidayah, I. dan Rakhmawati, W. (2008). Faktor-Faktor yang Berkontribusi terhadap
Status Gizi pada Balita di Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. 10(Xviii), pp. 37—51.
Jayarni, D. E. dan Sumarmi, S. (2018). Hubungan Ketahanan Pangan dan Karakteristik Keluarga dengan
Status Gizi Balita Usia 2 — 5 Tahun (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Wonokusumo Kota
Surabaya), Amerta Nutrition, pp. 44—51. doi: 10.20473/amnt.v2.i1.2018.44-51.
Kartika, Setiadi, Nurhalimah, Ningsih, Marsela, Adrianto (2022). Edukasi Pencegahan Stunting pada
Anak Usia 0-5 Tahun melalui Program Posyandu di Desa Tungkal I, Kecamatan Pino Raya,
Bengkulu Selatan. Tribute: Journal Of Community Services Vol.3, No. 2, Desember 2022: 59-
DOI: https://doi.org/10.33369/tribute.3.2.59-64.
[Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2015). Infodatin - Situasi dan Analisis
Gizi. Kemenkes RI, Pusat data dan informasi, pp. 1—7.
MCA (2013). Stunting dan Masa Depan Indonesia. 2010, pp. 2—5.
Pateda. S.M, Ramadhani F.N, Yusuf. N.A.R. (2023). Pencegahan Stunting Melalui 5 Pilar Sanitasi Total
Berbasis Lingkungan Di Desa Ulantha. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare
Society Volume 2 Nomor 1, 2023 https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/Jpmf, E-ISSN: 2829-506
Picauly, I. and Toy, S. M. (2013). Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting terhadap Prestasi Belajar
Anak Sekolah di Kupang dan Sumba Timur , NTT. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(1), pp. 55—62.
Puspasari, N. dan Andriani, M. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Asupan Makan
Balita dengan Status Gizi Balita ( BB / U ) Usia 12- 24 Bulan Association Mother ’ s Nutrition
Knowledge and Toddler ’ s Nutrition Intake with Toddler ’ s Nutritional Status ( WAZ ) at the
Age 12 -24 M. pp. 369—378. doi: 10.20473/amnt.v1.i4.2017.369-378.
Rahmatillah, D. K. (2018). Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi. Amerta
Nutrition, pp. 106—112. doi: 10.20473/amnt.v2.i1.2018.106-112.
Welasasih, B. D. dan Wirjatmadi, R. B. (2008). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi
Balita Stunting. The Indonesian Journal of Public Health, 8(3), pp. 99—104.
Yustianingrum, L. N. dan Adriani, M. (2017). Perbedaan Status Gizi dan Penyakit Infeksi pada Anak
Baduta yang Diberi ASI Eksklusif dan Non ASI Eksklusif The Differences of Nutritional Status
and Infection Disease in Exclusive Breastfeed and Non Exclusive Breastfeed Toddlers. pp. 415—
doi: 10.20473/amnt.v1.i4.2017.415-42