Pembuatan Kompor Ramah Lingkungan Dengan Subtitusi Batuan Sebagai Media Penyimpan dan Penyalur Panas

Authors

  • Al Amar C.z Amrun Department Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Khairun
  • Bambang Tjiroso Department Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Khairun
  • Ishak Usman Department Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Khairun
  • Syamsul Bahri LM Department Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Khairun
  • Amat Umron Department Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33857/patj.v7i2.725

Keywords:

batuan vulkanik, temperatur, Kompor

Abstract

Krisis energi bahan bakar minyak didunia yang berdampak pada naiknya harga jual bahan bakar minyak termasuk minyak tanah di Indonesia. Sebagai alternatif pembakaran batuan vulkanik yang mengsubtitusikan batuan sebagai media penyimpan panas diharapkan mempengaruhi pada proses memasak. Dalam proses penelitian ini peneliti mendesain, merancang, dan menguji kompor batuan vulkanik, Parameter yang dilakukan dengan metode pengamatan/pengukuran langsung. Kompor yang dibuat berbentuk persegi empat dengan dimensi lebar 34 cm, panjang 34 cm dan tinggi 26 cm. Jenis batuan yang digunakan sebagai media pembakaran adalah jenis batuan vulkanik andesit. Hasil laju perpindahan panas rata-rata pada kompor, dengan nilai terbesar laju perpindahan panas rata-rata yakni 1826,99 W dihasilkan pada tegangan listrik 225 V, sedangkan nilai paling rendah dengan nilai laju perpindahan panas rata-rata yakni 182,57 dihasilkan pada tegangan listrik 190 V. Waktu yang dibutuhkan api untuk mencapai temperatur konstan 1000℃ Waktu tercepat untuk mencapai temperatur konstan 1000℃ yakni 5,11menit dihasilkan pada tegangan listrik 225 V, sedangkan waktu paling lama untuk mencapai temperatur konstan 1000℃, yakni 6,35 menit dihasilkan pada tegangan listrik 190 V. dalam mendidihkan air lama waktu untuk mencapai temperatur 100°C (menit) dengan tegangan listrik 225V sudah dapat mendidihkan air sebanyak 2 liter. sedangkan waktu paling lama untuk mencapai temperatur 100°C yakni 55,04 menit baru dapat mendidihkan air sebanyak 2 liter pada tegangan 190 V.

References

A. F. Sa’adah, A. Fauzi, and B. Juanda, “Peramalan Penyediaan dan Konsumsi Bahan Bakar Minyak Indonesia dengan Model Sistem Dinamik,” J. Ekon. dan Pembang. Indones., vol. 17, no. 2, pp. 118—137, 2017, doi: 10.21002/jepi.v17i2.02.

“Esp, M. M., Studi, P., Komputer, T., Subang, S., Marsinu, J., Subang, N., & Fax, T.,” J. Teknol. Inf. dan Komun. STMIK Subang, no. Oktober, pp. 114—125., 2018.

M. Wijana and N. Nurchayati, “Desain Tungku Briket Biomassa System Kontinyu Sebagai Teknologi Pemanfaatan Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Terpakai Pada Oven Tembakau Di Masyarakat Pedesaan,” Din. Tek. Mesin, vol. 3, no. 1, pp. 60—66, 2013, doi: 10.29303/d.v3i1.89.

H. Santoso and H. Iromo, “Rancang Bangun Kompor Biomassa Berbahan Dasar Plat Besi dan Beton Dilengkapi Dengan Teknologi Blower,” Reaktom Rekayasa Keteknikan dan Optimasi, vol. 3, no. 2, pp. 22—25, 2019, doi: 10.33752/reaktom.v3i2.334.

L. Idji, S. Haluti, and E. S. Antu, “Rancang Bangun Kompor Biomassa Berbahan Bakar Kayu,” J. Teknol. Pertan. Gorontalo, vol. 5, no. 1, pp. 17—21, 2020, doi: 10.30869/jtpg.v5i1.543.

Downloads

Published

2023-11-02