PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI SEBAGAI UPAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DAPUR MBG (MAKAN BERGIZI GRATIS) DI SPPG MANGADU 02 KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR
DOI:
https://doi.org/10.33857/jns.v10i2.1128Keywords:
Dapur MBG, Higiene Penjamah Makanan, Sanitasi Lingkungan, K3, Sanitasi Peralatan, SPPGAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, namun penyelenggaraan makanan dalam skala besar berisiko menimbulkan kontaminasi pangan dan keracunan apabila higiene dan sanitasi tidak diterapkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan higiene penjamah makanan, sanitasi lingkungan dapur, serta sanitasi peralatan dan pengolahan makanan di Dapur MBG SPPG Mangadu 02 Kabupaten Takalar berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah seluruh tenaga kerja dapur sebanyak 58 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat dengan kriteria memenuhi syarat apabila skor ≥ 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 24–29 tahun (53,4%), berjenis kelamin laki-laki (69,0%), berpendidikan SMA (79,3%), dan memiliki masa kerja 3 bulan (39,7%). Penerapan higiene penjamah makanan, sanitasi lingkungan dapur, serta sanitasi peralatan dan pengolahan seluruhnya berada pada kategori memenuhi syarat (100%), didukung oleh pemeriksaan kesehatan berkala, daily screening, penggunaan alat pelindung diri lengkap, pemisahan fasilitas pencucian, air bersih, IPAL tertutup, serta penggantian peralatan yang rusak. Pengelola disarankan mempertahankan pengawasan harian dan segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sedangkan penelitian selanjutnya perlu dilengkapi dengan pemeriksaan laboratorium.
References
Amy, R. A. (2023). Analisis higiene sanitasi penyelenggaraan makanan instalasi gizi RSUD Prabumulih tahun 2022. Jurnal Kesehatan Bina Husada, 15(3), 99–107.
Arum, A. G., Putri, E. C., Handayani, P., & Utami, D. (2024). Studi penerapan hygiene sanitasi di Kafe X tahun 2024. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1). https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i1.43068
Badan Gizi Nasional. (2025). Pedoman pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Badan Gizi Nasional.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2025). Kejadian luar biasa keracunan pangan di Indonesia tahun 2025. BPOM RI. https://www.pom.go.id
Briawan, D., Tanziha, I., Ekayanti, I., Alfiah, E., Hanief, L., & Zuhra, F. (2025). Kajian pemenuhan gizi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, IPB University.
Desandri, S., Rahmawati, A., & Nurbaeti, T. S. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan penerapan hygiene sanitasi makanan pada rumah makan di Wilayah Anjatan tahun 2024. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan, 6(1). https://doi.org/10.46772/jigk.v6i01.1614
Hangkemona, A. C., & Sondakh, R. C. (2025). Gambaran sanitasi dan angka kuman peralatan makan pada rumah makan di Kawasan Malalayang Beach Walk. 6(1), 114–122.
Harifu, N. A., Yasnani, & Kalza, L. A. (2024). Gambaran personal higiene penjamah makanan dan sanitasi tempat pengelolaan makanan pada rumah makan di Kecamatan Poasia Kota Kendari tahun 2024. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 7(1). https://doi.org/10.31970/ma.v7i01.276
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Kasus keracunan pangan 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Nurpratama, W. L., Azmi, N. F., & Puspasari, K. (2023). Higiene dan sanitasi makanan pada pedagang makanan sebagai upaya mencegah foodborne diseases di Pasar Cikarang Kabupaten Bekasi. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 1–8. https://doi.org/10.31602/ann.v10i1.9677
Primadi, O. (2021). Profil kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Purwowidhu, C. (2025). Eksistensi dan anggaran Program MBG sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025. Media Keuangan.
Rahmawati, K., & Siwiendrayanti, A. (2023). Penerapan higiene sanitasi makanan pada rumah makan di tempat wisata. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 3(3). https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i3.59845
Rahmayani, R. D., & Simatupang, M. M. (2019). Analisis pengaruh higiene penjamah dan sanitasi makanan terhadap kontaminasi E. coli pada jajanan sekolah. Jurnal untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 3(2), 164–178.
Ramadhani, C. K., Suwarni, L., Selviana, & Nolia, H. (2025). Penerapan hygiene sanitasi makanan pada dapur MBG. Jurnal Ilmiah PANNMED, 20(3).
Rauf, R. (2023). Keamanan pangan dan HACCP. UMS Press.
Syukriya, R., Paramita, F., Mariana, R. R., & Kurniawan, A. (2024). Gambaran penerapan higiene sanitasi pada penyelenggaraan makanan lembaga pemasyarakatan di Indonesia: Literature review. Sport Science and Health, 6(10), 1151–1161. https://doi.org/10.17977/um062v6i102024p1151-1161
World Health Organization. (2024). Food safety. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-safety
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Nurindasari, Adnan M, Suandi, Arif Atul Mahmudah Dullah, Hadzmawaty Hamzah, Irmawaty, Rian Dani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


